Minggu, 05 Februari 2012

makalah SIKLUS HIDUP PRODUK


DAFTAR ISI
Kata pengantar ........................................................................................................ 1
Daftar isi .................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG........................................................................................ 3
B.      RUMUSAN MASALAH................................................................................... 3
C.      TUJUAN....................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN................................................................................................ 4
B.      TAHAPAN-TAHAPAN SIKLUS HIDUP PRODUK................................................ 5
BAB III PENUTUP
A.      RINGKASAN MATERI.................................................................................. 10
B.      KRITIK DAN SARAN..................................................................................... 10











BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Mahasiswa Ekonomi tentu saja dipersiapkan untuk menjadi pelaku-pelaku ekonomi kedepan. Namun, dunia ekonomi sangatlah luas dengan berbagai aspek dan lapisan ilmu yang sangat beragam. Meski demikian, semua aspek dan lapisan ilmu tersebut masih saling berhubungan dan saling mendukung antara satu dengan yang lainnya.
Salah satu ilmu yang tercantum dalam kurikulum kemahasiswaan ekonomi yaitu Mata Kuliah Manajemen Pemasaran yang salah satu pembahasannya mengenai Siklus Hidup Produk. Oleh Dosen Pembimbing, mahasiswa dituntut untuk mencari, mengumpulkan dan menyusun materi mengenai Siklus Hidup Produk dengan maksud agar setiap mahasiswa mampu mengetahui dan memahami hal-hal apa saja yang tercantum dalam materi Siklus Hidup Produk dan bagaimana sebenarnya proses siklus kehidupan dari sebuah produk.

B.      RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan makalah ini yaitu:
a.       Pengertian dari Siklus Hidup Produk
b.      Tahapan-tahapan dalam Siklus Hidup Produk
c.       Strategi-strategi perusahaan dalam menghadapai tiap tahapan siklus hidup produk.

C.      TUJUAN
Adapun tujuan penyusunan makalah ini yaitu:
a.       Agar mahasiswa dapat memahami pengertian dari Siklus Hidup Produk
b.      Agar mahasiswa dapat memahami tahapan-tahapan yang ada dalam Siklus Hidup Produk.
c.       Agar mahasiswa dapat memahami strategi-strategi perusahaan dalam menghadapi tiap tahapan siklus hidup produk.




BAB II
PEMBAHASAN
“SIKLUS HIDUP PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE)”
A.      PENGERTIAN
Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang dinamika kompetitif suatu produk. Seperti halnya dengan manusia, suatu produk juga memiliki siklus atau daur hidup. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini yaitu suatu grafik yang menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai dengan ditarik dari pasar . Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini merupakan konsep yang penting dalam pemasaran karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika bersaing suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh levitt (1978) yang kemudian penggunaannya dikembangkan dan diperluas oleh para ahli lainnya.

B.      TAHAPAN-TAHAPAN SIKLUS HIDUP PRODUK (PLC)
Setiap produk biasanya memiliki masa daur hidup yang berbeda, kenaikan maupun penurunan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut merupakan tahapan-tahapan siklus hidup sebuah produk, yaitu :
1.       Tahap perkenalan (Introduction)
Tahap perkenalan adalah sebuah tahap awal perusahaan dalam memperkenalkan produknya kepada konsumen. Pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru), karena masih berada pada tahap permulaan. Ciri-ciri umum tahap ini adalah penjualan yang masih rendah, volume pasar berkembang lambat (karena tingginya market resistance), tingkat kegagalan relatif tinggi, banyak melakukan modifikasi produk dalam pengujian dan pengembangannya (karena problem yang timbul tidak seperti yang diramalkan dan mungkin pula disebabkan pemahaman yang keliru tentang pasar), biaya produksi, promosi dan pemasaran sangat tinggi, serta distribusi yang masih terbatas.
Untuk melalui tahapan ini diperlukan kerja keras dan kesabaran yang sangat tinggi, agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen.
Dalam tahapan ini, juga terdapat beberapa strategi yang biasa diterapkan oleh perusahaan, diantaranya yaitu:

a.       Strategi menyaring cepat (Rapid Skimming Strategy)
Strategi ini dilaksanakan dengan jalan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin, serta dengan melakukan promosi yang gencar untuk meyakinkan konsumen tentang kualitas produk walau harganya mahal. Cara ini biasanya dipakai untuk mempercepat penyaringan pasar.
b.      Strategi menyaring lambat (Slow Skimming Strategy)
Strategi dijalankan dengan menetapkan harga yang tinggi untuk memperoleh laba kotor per unit sebanyak mungkin dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak terlalu tinggi. Strategi ini akan berhasil jika besarnya pasar terbatas, sebagian besar konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen mau membeli dengan harga tinggi, dan pesaing potensial belum muncul.
c.       Strategi penetrasi cepat (Rapid Penetration Strategy)
Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga yang rendah dan promosi yang agresif. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh penerimaan pasar yang cepat dan memperoleh mangsa pasar yang besar. Strategi ini akan berhasil jika pasar sangat luas, konsumen belum mengetahui keberadaan produk, konsumen sangat peka terhadap harga, dan terdapat indikasi persaingan potensial yang besar.
d.      Strategi penetrasi lambat (Slow Penetration Strategy)
Strategi ini dijalankan dengan menetapkan harga yang rendah untuk memperoleh penerimaan yang besar dari konsumen dan promosi yang rendah agar biaya pemasaran tidak membengkak. Keberhasilan strategi ini biasanya harus didukung dengan pasar yang sangat luas, konsumen mengetahui keberadaan produk, konsumen peka terhadap harga, dan persaingan potensial sangat rendah.

2.       Tahap pertumbuhan (Growth)
Jika produk baru menarik perhatian dan cukup memuaskan konsumen, penjualan mulai menanjak secara cepat. Selama tahapan ini, produk mulai memperlihatkan laba, pesaing juga mulai mengikuti, mengeluarkan produk versi mereka. Tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a.      Pertumbuhan cepat (Rapid growth)
Tahap rapid growth ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminta oleh pasar. Tidak semua produk baru dapat mencapai tahap ini, bahkan tidak sedikit produk baru yang gagal di tahap awal. Namun jika produk baru itu berhasil, sesuai dengan kebutuhan konsumen, maka keadaan ini akan menarik pesaing untuk memasuki industri tersebut dengan produk tiruan. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan terutama untuk membangun pasar yang kuat dan mengkhususkan distribusi. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas untuk menarik segmen pasar baru.
b.      Pertumbuhan lambat (Slow growth)
Pada tahap ini penjualan masih meningkat, namun dengan pertumbuhan yang semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena produk perusahaan telah digunakan oleh mayoritas konsumen. Situasi ini akan menyebabkan perusahaan mulai memperbarui produknya agar dapat mempertahankan penjualannya. Pada umumnya dilakukan usaha modifikasi produk dengan menyempurnakan model (style improvement) guna memantapkan posisi produknya di pasar. Laba akan semakin sulit diperoleh perusahaan dan penyalur karena persaingan harga akan cenderung menyebabkan penurunan harga. Pesaing semakin banyak yang keluar dari pasar disebabkan oleh semakin berkurangnya keuntungan/daya tarik industri. Contoh produk elektronik yang ada pada tahap ini adalah laptop dimana pasar laptop saat ini sedang tumbuh pesat.
Adapun strategi yang harus dilakukan dalam tahapan ini, yaitu:
·         Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik.
·         Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta (yaitu, produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama)
·         Perusahaan memasuki segmen pasar baru.
·         Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang baru.
·         Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference advertising)
·         Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga dilapisan berikutnya.


3.       Tahap kedewasaan (Maturity)
Tahap kedewasaan merupakan titik puncak kejayaan perusahaan yang ditunjukan dengan peningkatan volume penjualan yang sangat tinggi. Pada tahap ini produk perusahaan sudah dikenal dengan baik oleh konsumen, sehingga usaha promosi amat sedikit peranannya dalam meningkatkan atau menambah volume penjualan.
Tetapi, penjualan dalam tahap ini sangat sensitif terhadap perubahan perekonomian. Pasar semakin tersegmentasi, sehingga untuk masing-masing segmen diperlukan promosi yang berbeda dengan lainnya.
Umumnya tahap ini terdiri dari tiga tingkatan, yaitu:
a.       Kedewasaan pertumbuhan (Growth maturity) 
Yaitu pertumbuhan penjualan mulai berkurang yang disebabkan oleh dewasanya distribusi. Tidak ada lagi saluran distribusi baru yang bisa ditambah.
b.      Kedewasaan stabil (stable maturity)
Yaitu penjualan menjadi mendatar yang disebabkan oleh jenuhnya pasar. Sebagian konsumen potensial telah mencoba produk baru yang ditawarkan perusahaan.
c.       Kedewasaan mengusang (decaying maturity)
Yaitu penjualan mulai menurun dan konsumen mulai bergerak ke produk lain atau produk substitusi.
Dalam tahap kedewasaan terdapat beberapa strategi pemasaran, yaitu:
a.      Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru.
b.      Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek yang mapan.
c.       Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya.
d.      Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan, keamanan atau kenyaman produk.
e.      Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran.
f.        Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk, misalnya daya tahan, kecepetan, dan kinerja produk.
g.       Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk seperti model, warna, kemasan dan lain – lain.
h.      Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru, strategi ini dapat memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan.
Contoh produk elektronik yang ada pada tahap ini adalah handphone. Penjualan handphone saat ini mencapai posisi tertinggi dan mulai tergerus oleh teknologi yang lain.

4.       Tahap penurunan (Decline)
Penjualan perusahaan yang semakin bergerak ke arah penurunan merupakan gejala tahap decline dalam PLC. Penurunan penjualan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk substitusi diterima konsumen (baik dan dalam negeri maupun dan luar negeri), dan perubahan teknologi. Sejumlah alternatif dapat dilakukan pada tahap akhir PLC ini. Namun perlu diperhatikan bahwa pilihan alternatif haruslah didasarkan pada kekuatan dan kelemahan perusahaan serta daya tarik industri bagi perusahaan. Alternatif-alternatif tersebut di antaranya adalah :
a.       Menambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang baik.
b.      Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk.
c.       Mencari pasar baru.
d.      Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian industri dapat diatasi.
e.      Mengurangi investasi perusahaan secara selektif dengan cara meninggalkan konsumen yang kurang menguntungkan, tetapi menambah investasi untuk kelompok kecil konsumen yang masih setia dan menguntungkan.
f.        Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai dengan cepat.
g.       Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan.

Selain alternatif diatas, dalam tahap penurunan juga terdapat beberapa strategi, yaitu:
a.       Memperbarui barang (dalam arti fungsinya).
b.      Meninjau kembali dan memperbaiki program pemasaran serta program produksinya agar lebih efisien.
c.       Menghilangkan ukuran, warna, dan model yang kurang baik.
d.      Menghilangkan sebagian jenis barang untuk mencapai laba optimum pada barang yang sudah ada.
e.      Meninggalkan sama sekali barang tersebut.
Contohnya, produk elektronik yang sedang mengalami penurunan adalah CPU atau personal komputer yang saat ini digantikan oleh laptop.













BAB III
PENUTUP
A.      RINGKASAN PEMAHAMAN MATERI
Siklus Hidup Produk merupakan sebuah gambaran proses kehidupan sebuah produk. Selayaknya makhluk hidup, sebuah produk juga melalui tahap kelahiran hingga kematian(penurunan). Tahapan-tahapan yang dilalui oleh sebuah produk terbagi menjadi empat tahapan. Yang pertama yaitu tahap perkenalan, dimana sebuah perusahaan melahirkan sebuah produk yang baru. Kemudian perusahaan yang bersangkutan selaku induk dari produk tersebut dituntut untuk memperkenalkan si produk ke konsumen dengan berbagai upaya dan strategi. Dalam tahapan ini dibutuhkan kesabaran, kerja keras juga biaya yang sangat tinggi untuk mempromosikan produk baru tersebut. Umumnya perusahaan belum mendapatkan keuntungan yang maksimal dalam tahapan ini. Kedua yaitu tahapan pertumbuhan, dimana sebuah produk sudah dikenal oleh konsumen dan mampu menghasilkan profit yang banyak bagi perusahaan. Biasanya dalam tahap ini akan banyak perusahaan baru yang menciptakan produk yang sama dengan produk ini. Tahapan yang ketiga adalah tahap kedewasaan. Dalam tahap ini sebuah produk mengalami peningkatan produksi dan keuntungan yang besar, sebab sudah dikenal dekat oleh konsumen. Namun jika perusahaan tidak mampu menyesuaikan produksi produk-produknya sesuai dengan variasi zaman yang terus berkembang dan berubah-ubah, maka tidak menutup kemungkinan produk tersebut akan mengalami tahap penurunan. Sehingga konsumen akan beralih pada produk lain yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan akibatnya produk yang bersangkutan perlahan-lahan akan mengalami penurunan bahkan kematian yang disebabkan oleh ketidakmampuan menghadapi persaingan pasar yang terus berkembang.
Namun, perusahaan biasanya mempunyai strategi-strategi yang baik dalam menghadapi setiap tahapan siklus yang akan dilalui oleh prodauk-produknya.

B.      KRITIK DAN SARAN
Dalam penyusunan makalah ini tidak menutup kemungkinan terdapat banyak kekurangan-kekurangan yang luput dari amatan saya sebagai penyusun. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun dari teman-teman maupun dosen pembimbing, sebagai landasan pembelajaran kedepan.

1 komentar:

  1. Artikel Bagus..
    Pada era perubahan sat ini, kesuksesan masa lalu hanyalah sebuah cerita dongeng, untuk mempertahankan kesuksesan itu diperlukan sebuah usaha perjuangan mengantisipasi perubahan. Harus diakui kompetisi saat ini sangat ketat dan kadang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
    Sekedar ingin berbagi, barangkali bisa sedikit menambah referensi mengenai manajemen strategi perusahaan rokok di era perubahan.
    Klik --> MAKALAH MANAJEMEN STRATEGI ROKOK BENTOEL

    BalasHapus